SURABAYA,BANGSAONLINE.com -Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali membuka program beasiswa bagi 1.100 santri dari berbagai pondok pesantren pada 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pesantren sekaligus memperluas peluang santri di bidang akademik dan teknologi.
BACA JUGA:
- Komitmen Berikan Hunian Layak, Pemkot Surabaya Raih Penghargaan Terbaik I Program Rutilahu di Jatim
- Pemprov Jatim Raih Opini WTP ke-11, Ning Lia Puji Komitmen Gubernur Khofifah
- Pemprov Jatim Raih Opini WTP BPK ke-11
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur Khofifah dan 1.125 Warga Angkut 10 Ton Sampah di Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan program beasiswa santri telah berlangsung selama dua dekade dan terus dikembangkan sesuai kebutuhan zaman.
“Ini kita mencoba terus menguatkan kualitas SDM di Jawa Timur, diversifikasi akademik dengan memberikan akses para santri dari berbagai pondok pesantren,” ujar Khofifah saat peluncuran Program Beasiswa Pemprov Jatim bersama Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur, Rabu (10/6/2026).
Khofifah menjelaskan program tersebut pertama kali digagas pada masa kepemimpinan Imam Utomo pada 2006. Selanjutnya, program terus berlanjut dan berkembang pada era Soekarwo melalui pemberian beasiswa jenjang sarjana.
Tahun ini, Pemprov Jatim membuka beasiswa untuk jenjang S1, S2, dan S3 dengan total kuota mencapai 1.100 penerima. Selain itu, pemerintah juga memperkenalkan jalur baru berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Economics, and Mathematics) untuk mendorong santri berkiprah di bidang sains dan teknologi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





